Tersedia dalam bahasa-bahasa berikut ini:
English edition Dutch edition German edition Polish edition Italian edition Brazilian edition French edition Serbian edition Swedish edition Indonesian edition Ukrainian edition Spanish edition Albanian edition Hungarian edition Macedonian edition Slovenian edition Chinese edition Russian edition Finnish edition Slovak edition
"Buku ini menjelaskan dengan sangat gamblang. Membuka cakrawala pikiran Anda."
Jeffrey Tucker, editor eksekutif dari Laissez Faire Books

Mitos 13: Tidak ada alternatif yang lebih baik

Jika Anda mengatakan Anda menentang demokrasi maka orang segera curiga Anda mendukung kediktatoran. Tapi itu omong kosong. Kediktatoran bukanlah satu-satunya pengganti demokrasi. Pilihan untuk membeli mobil secara demokratis bukanlah seorang diktator memilih mobil untuk Anda tetapi Anda memilihnya untuk diri sendiri.

Winston Churchill mengatakan: "Demokrasi adalah bentuk pemerintah terburuk kecuali semua bentuk pemerintah yang lain yang telah dicoba". Dengan kata lain, demokrasi memiliki kekurangan tetapi tidak ada sistem yang lebih baik. Dalam bukunya yang terkenal "The End of History and the Last Man” Francis Fukuyama bahkan menulis tentang "universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk pemerintahan manusia terakhir. "Agaknya, sesuatu yang lebih baik tidak pernah akan bisa diciptakan.

Dengan demikian, setiap kritik terhadap demokrasi dapat dengan mudah langsung ditangani. Demokrasi seharusnya berdiri 'di atas partai-partai politik dan ideologi' (tanpa kepentingan sendiri) dan karena statusnya yang mulia ini maka alternatif yang berbeda atau lebih baik jadi tak terpikirkan. Tapi ini adalah propaganda murni. Demokrasi adalah sebuah bentuk organisasi politik. Tidak ada alasan untuk menganggap demokrasi sebagai prinsip politik terbaik. Kita tidak menggunakan demokrasi dalam dunia ilmiah, kita tidak memberikan suara untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, tapi kita menggunakan logika dan fakta, dan karena alasan yang baik. Jadi tidak ada alasan untuk menganggap demokrasi sistem yang terbaik yang diperlukan di ranah politik.

Mengapa rakyat tidak dibolehkan mengorganisir dirinya sendiri secara berbeda dari aturan yang ada dalam sistem demokratis?  Mengorganisir diri dalam komunitas yang lebih kecil, misalnya? Karena desentralisasi sangat ditentang oleh penguasa demokratis kita dan bahkan dibuat tidak mungkin. Jika demokrasi benar-benar adalah suatu sistem yang baik, Anda akan berharap orang diberi pilihan untuk secara sukarela bergabung - atau memisahkan diri dari - sebuah negara yang demokratis. Mengingat berkah yang didapat dari demokrasi, tentunya banyak orang pasti akan antri untuk bergabung? Tapi ini tidak terjadi. Tidak ada negara demokratis, termasuk Amerika Serikat, di mana propinsi-propinsi atau daerah-daerah diizinkan untuk memisahkan diri.

Bahkan, kecenderungan di negara-negara demokrasi agak bergerak ke arah sebaliknya, ke arah sentralisasi yang makin besar dan makin besar. Misalnya, Eropa secara bertahap berubah menjadi negara demokratis besar. Hasilnya, yang meragukan, Jerman sekarang dapat memutuskan cara hidup orang Yunani dan sebaliknya. Dalam demokrasi besar ini suatu negara dapat membebani warga negara-negara lain dengan akibat kebijakan ekonomi mereka yang sangat cupet – sama seperti warga dalam demokrasi nasional yang dapat hidup dari rezeki warga-warga lain. Beberapa negara memboroskan uang - mereka tidak menabung, memanjakan PNS mereka dengan pensiun yang banyak, membuat utang yang tidak pernah bisa dilunasi - dan jika mereka bisa mendapatkan dukungan dari cukup banyak negara Uni Eropa lainnya mereka dapat memaksa para pembayar pajak di negara yang dikelola secara lebih baik untuk membayar tagihannya. Itulah logika demokrasi di tingkat Eropa.

Semakin besar negara demokratis dan semakin heterogen (berbeda) populasinya semakin besar ketegangan yang akan timbul. Berbagai kelompok dalam demokrasi tidak akan ragu-ragu untuk menggunakan proses demokratis untuk menjarah dan mengganggu orang lain sebanyak mungkin untuk keuntungan mereka sendiri. Semakin kecil unit administrasi dan semakin homogen (sama) populasinya semakin besar kemungkinan bahwa akibat-akibat jelek dari demokrasi akan terbatas. Orang-orang yang saling mengenal secara pribadi atau merasa terkait satu sama satu lain tidak akan cenderung untuk saling merampok dan saling menindas.

Oleh sebab ini maka gagasan yang baik adalah bila rakyat diberi opsi 'pemisahan administrasi'. Jika New Hampshire diizinkan untuk memisahkan diri dari AS dia akan memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengatur sistem politiknya secara berbeda dengan yang dilakukan California, misalnya. New Hampshire akan bisa menerapkan sistem pajaknya sendiri agar menguntungkan bagi pengusaha maupun karyawan. Daerah-daerah akan saling bersaing dan hukum akan lebih sesuai dengan apa yang orang inginkan. Rakyat akan bisa 'pindah tempat memberikan suara’ dan pindah ke negara lain. Pemerintahan akan menjadi jauh lebih dinamis dan birokrasinya akan kurang. Daerah-daerah bisa belajar satu sama satu lain karena mereka akan bisa mencoba kebijakan yang berbeda.

Kesejahteraan bagi masyarakat miskin, misalnya, dapat diatur lebih efisien di tingkat lokal. Kontrol lokal mencegah penyalahgunaan dan merupakan jaminan terbaik untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan dan mencegah pengeluaran uang bagi mereka yang hanya terlalu malas untuk kerja. Perubahan negara kesejahteraan nasional-demokratis juga penting untuk keberhasilan integrasi minoritas. Banyak imigran hidup hanya dari bantuan negara. Mereka imigran yang tidak diinginkan. Tapi kebanyakan orang tidak keberatan dengan imigran yang bisa mengurus diri sendiri dan bersedia untuk membaur.

Omong-omong, Churchill juga mengatakan: "Alasan terbaik melawan demokrasi adalah percakapan lima menit dengan pemilih rata-rata".