Tersedia dalam bahasa-bahasa berikut ini:
English edition Dutch edition German edition Polish edition Italian edition Brazilian edition French edition Serbian edition Swedish edition Indonesian edition Ukrainian edition Spanish edition Albanian edition Hungarian edition Macedonian edition Slovenian edition Chinese edition Russian edition Finnish edition Slovak edition
"Sudah membacanya. Luar biasa. Hebat. Selamat."
Hans-Hermann Hoppe, penulis 'Demokrasi: Tuhan yang Gagal'

Sebuah masyarakat kontrak





Orang-orang sering berpikir apabila Negara tidak mengatur dan menyediakan hal-hal seperti membayar kelangsungan teater dan acara kebudayaan, atau perawatan kaum lansia, semua itu tidak akan ada. Tapi itulah mentalitas orang-orang di bekas Uni-Soviet yang berkata: akan ada di manakah kita sekarang apabila Negara tidak lagi mengurus kita? Ketika ahli ekonomi Amerika Milton Friedman mengunjungi Negara Cina yang komunis, para pejabat Cina bertanya, siapakah yang menjabat sebagai Menteri Amerika untuk Sumber Daya Alam pada saat itu. Ketika ia menjawab bahwa tidak ada jabatan semacam itu, mereka menatapnya dengan tidak percaya. Mereka tidak bisa membayangkan bahwa produksi dan distribusi dari bahan-bahan mentah dapat mungkin terjadi tanpa kontrol dari pemerintah.

Di masa lampau, orang-orang tidak bisa membayangkan bagaimanakah hidup akan berlangsung tanpa seorang raja. Sang raja diharapkan untuk menyediakan kebutuhan rakyatnya. Sekarang kita memandang Negara dan demokrasi dengan cara yang sama. Sekarang orang-orang merasa sulit membayangkan rakyat - sebelum kedatangan demokrasi - bisa menerima kekuasaan sang raja. Tapi anehnya mereka bisa menerima kekuasaan kaum mayoritas tanpa banyak komentar. Namun tetap saja setiap hari kita melihat organisasi pribadi yang berdiri tanpa paksaan dan kontrol dari atas. Sering berlawanan dengan harapan yang ada. Tidak ada yang berpikir bahwa sesuatu yang begitu anarkis seperti Wikipedia, ensiklopedia Internet, bisa begitu sukses tanpa adanya kontrol dari pusat. Tetapi nyatanya itu bisa bekerja. Seluruh Internet adalah sebuah koleksi dari banyak organisasi-organisasi yang terpisah, individu-individu dan teknologi-teknologi yang bekerja sama tanpa manajemen pusat. Pada awal worldwide web (jaringan web seluruh dunia) banyak yang tidak percaya bahwa Internet tidak dimiliki oleh siapapun, bahwa Internet didasarkan pada kesukarelaan perorangan, persetujuan antara ribuan organisasi (penyedia layanan Internet, perusahaanperusahaan, lembaga-lembaga), masing-masing dari mereka mengontrol sebagian kecil dari jaringan itu.

Sama halnya, dalam sebuah masyarakat bebas, peraturan utamanya adalah untuk tidak melakukan pemalsuan/penipuan, kekerasan dan pencurian. Selama orang-orang mengikuti aturan ini, mereka bisa menawarkan jasa apapun, termasuk apa yang sekarang dianggap sebagai layanan “masyarakat”. Mereka juga bisa mendirikan komunitasnya dengan apa yang mereka anggap sesuai - monarkis, komunis, konservatif, religius atau bahkan otoriter, selama ‘pelanggan’ mereka bergabung dengan sukarela dan selama mereka tidak mengganggu organisasi lain. Dan komunitas tersebut bisa hanya beranggotakan sepuluh orang atau bahkan dengan jutaan anggota (catat bahwa perusahaan swasta seperti Walmart memiliki dua juta pegawai).

Ketika Anda memiliki banyak unit administratif yang berbeda, orang akan selalu bisa pindah apabila mereka tidak menyukai sesuatu dan pemerintahnya sangat menyadari hal tersebut. Penduduk mereka bukan hanya warga yang sesekali diperbolehkan untuk memilih tapi pelanggan yang harus dilayani dengan baik agar mereka tidak pindah. Hal yang sama terjadi di pasar. Apabila pelanggan tidak menyukai apa yang ditawarkan oleh tukang rotinya, maka mereka tidak berkumpul untuk mengadakan aksi protes untuk mempengaruhi pemilik toko roti, mereka hanya cukup pindah ke toko roti yang lain.

Kelompok-kelompok kecil cenderung lebih didasarkan pada persetujuan yang jelas daripada pengaruh melalui kotak suara. Di AS dan negara demokratis yang lainnya, tidak seorangpun memiliki kontrak dengan pemerintah yang menjelaskan kewajiban mereka satu sama lain, misalnya apa yang akan disediakan oleh pemerintah dan berapa besar biaya yang dibutuhkan. Pikirkan hal-hal seperti pensiun, perawatan kesehatan, pendidikan, subsidi, peraturan ketenagakerjaan, dan seterusnya. Warga memiliki kewajiban yang samar-samar dan tidak jelas untuk membayar pajak dan menaati hukum, sedangkan pemerintah tidak memiliki kewajiban yang pasti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan pemerintah bisa mengganti peraturannya kapan saja, terlepas dari bagaimana hasil pemilu. Ini mengakibatkan adanya ketidakpastian hukum.

Anda bisa saja telah membayar dana pensiun selama bertahun-tahun dengan harapan setelah Anda pensiun Anda akan menerima manfaatnya juga. Namun pemerintah bisa saja mengganti manfaat pensiun tersebut hanya dengan sebuah guratan pena. Atau Anda menyewa sebuah ruangan dan berpikir kalau anda bisa memutuskan sewanya kapan saja, ketika pemerintah tiba-tiba memutuskan akan berlaku kondisi yang berbeda untuk batas lama penyewaan.

Sebuah masyarakat yang baik seharusnya berdasar kepada kontrak di mana hak-hak dihargai dan semua pihak tahu di mana mereka harus berdiri. Di mana peraturan tidak bisa dirubah di tengah-tengah permainan oleh sang penguasa. Dan kontrak tersebut tidak harus sama untuk semua orang. Seperti karyawan perusahaan, setiap warga bisa memiliki kontrak yang berbeda, tergantung di area mana mereka tinggal atau bekerja.